Penulis : Angel Umakela
Ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan Desa yang berkelanjutan. Ketahanan pangan tidak hanya berarti kesediaan makanan, tetapi juga keterjangkauan dan keberlanjutan pasokan pangan bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil keputusan Musyawarah Desa pada tanggal 20 Januari 2025 bahwa dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Desa Nelelamadike, salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui program pemeliharaan ayam petelur.
Program ini mulai berjalan sejak awal tahun 2025 dan kini telah memiliki ayam sejumlah 453 ekor. Setiap harinya, produksi telur mencapai sekitar 330 butir atau 11 papan per hari yang sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat Nelelamadike. Sementara sisanya dijual ke kios-kios (warung sembako) dalam desa maupun di sekitar desa. Hasil telur ini dijual dengan harga Rp. 55.000 per papan (30 butir)
Ketua BUMDes Nelelamadike menyampaikan hasil ayam petelur mulai dipanen sejak bulan Agustus hingga awal oktober ini dengan total yang sudah terjual 325 papan atau 9.750 butir telur.
Kepala Desa Nelelamadike,Bapak Ignasius Ola Seran menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan Desa yang berkelanjutan. ‘’Telur ayam adalah sumber protein yang bergizi, dengan adanya produksi sendiri masyarakat bisa mendapatkan telur dengan jarak dan harga yang lebih terjangkau,’’ ujarnya.
Program ketahanan pangan desa lewat pemeliharaan ayam petelur ini menjadi contoh nyata bagaimana BUMDes dapat berperan aktif dalam membangun ketahanan pangan lokal dan mendorong kemandirian desa secara ekonomi dan nutrisi. Harapannya Pemerintah Desa, pengurus BUMDes dan juga masyarakat perlu bekerja sama dalam mengembangkan dan menjaga usaha ayam petelur demi terciptanya desa yang mandiri dan sejahtera.